"Subsidi bahan bakar adalah sumber maksiat. Tetapi saya tidak tahu bahasa Inggris-nya apa," kata Susi di Intercontinental Hotel, Jakarta, Rabu (3/12/2014).
Sontak pernyataan Susi direspons dengan tepuk tangan dan tawa. Susi menambahkan, setiap tahun kuota BBM subsidi selalu jebol. Padahal pemerintah telah memberikan alokasi BBM subsidi yang cukup besar, tetapi selalu kekurangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Susi, BBM bersubsidi yang dijual PT Pertamina (Persero) jauh lebih murah dibandingkan yang dijual di Malaysia dan Thailand. Inilah yang menyebabkan penyelundupan BBM marak terjadi karena disparitas harga.
"Jadi memang tidak mudah melihat ini sebelah mata," ujarnya.
(wij/hds)











































