Hal ini disampaikan Faisal Basri, Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas, saat menjadi pembicara utama di Kongres Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), Hotel Le Meredien, Jakarta, Kamis (4/12/2014).
"Semalam baca berita. Ada di benak pemerintah untuk turunkan harga BBM, reaktif sekali. Hati-hati jangan terlena. Kita mulai babak baru dengan skema baru. Nggak lagi terombang-ambing oleh perubahan di lingkungan global," sarannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minyak nggak mungkin terus turun, nggak lama lagi naik tinggi lagi. Karena OPEC sebentar lagi mau sidang, mau menurunkan volume produksi, hati-hati yang kayak begitu. Siapa yang senang rezekinya turun terus," ujar Andy.
Andy mengatakan, jangan sampai karena penurunan harga minyak yang anjlok dalam sebulan terakhir, lalu membuat Pemerintah harus menurunkan harga BBM subsidi, padahal tidak lama lagi harga minyak naik kembali.
"Harga minyak dunia itu kan turun baru-baru saja, dalam sejarah harga minyak selalu naik. Terus jangan karena hanya shock satu bulan terus tiba-tiba kita ubah kebijakan, bahaya banget. Begitu kita turunkan harga tiba-tiba naik lagi, itu kan permainan mereka di dunia ini, kita susah-susah naikkan harga BBM," ujarnya.
(feb/dnl)











































