75% Batu Bara Diekspor, Jokowi Ingin Alihkan ke Dalam Negeri

75% Batu Bara Diekspor, Jokowi Ingin Alihkan ke Dalam Negeri

- detikFinance
Jumat, 05 Des 2014 13:12 WIB
75% Batu Bara Diekspor, Jokowi Ingin Alihkan ke Dalam Negeri
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong peningkatan konsumsi batu bara nasional dari semula 25% menjadi 60% dari total produksi. Alasannya batu bara merupakan sumber energi alternatif yang murah, apalagi cadangan batu bara Indonesia sangat besar. Saat ini penggunaan batu bara domestik hanya 25% dan ekspor hingga 75%.

"Pak Jokowi minta pemakaian batu bara dalam negeri 60% dari produksi, sekarang 25% dari produksi. Target tahun ini 90 juta ton baru tercapai 55 juta ton sampai Oktober. Penyerapan juga nggak begitu besar," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara R Sukhyar dalam acara coffee morning Dirjen Minerba di Kantor Ditjen Menerba Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Peningkatan konsumsi batu bara domestik, diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional dengan sumber energi alternatif yang lebih murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Ketua Working Group Kebijakan Pertambangan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Budi Santoso yang menyebut bahwa harga batu bara untuk energi rumah tangga bahkan lebih murah dari elpiji subsidi (3 Kg).

"Perhitungan saya, 1 Kg elpiji yang di masyarakat harganya Rp 6.000. Dengan briket (produk olahan batubara) harganya bisa cuma jadi Rp 3.000. Nah, pemerintah sudah tidak perlu lagi mensubsidi, tapi masyarakat dapat sumber bahan bakarnya murah," kata Budi di tempat yang sama.

Pemanfaatan batu bara, selain bisa menutup tingginya konsumsi bahan bakar rumah tangga yang masih didominasi elpiji bersubsidi yang mencapai 5,7 juta ton/tahun. Sehingga pemerintah tidak perlu lagi menggelontorkan dana untuk subsidi elpiji yang di tahun 2014 tercatat mencapai Rp 55,1 triliun.

"Kebutuhan elpiji nasioanal kita masih 5,7 juta ton. Kalau itu diganti dengan batu bara separuhnya saja, energi yang dihasilkan malah jauh lebih besar. Bisa setara 7,5 juta ton epiji," pungkas Budi.

(dna/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads