Di Depan JK, SKK Migas Janjikan Minyak 165 Ribu Barel/Hari dari Cepu

Di Depan JK, SKK Migas Janjikan Minyak 165 Ribu Barel/Hari dari Cepu

- detikFinance
Jumat, 05 Des 2014 15:35 WIB
Di Depan JK, SKK Migas Janjikan Minyak 165 Ribu Barel/Hari dari Cepu
Bojonegoro - Kepala Satuan Kerja Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menjanjikan produksi minyak pada blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur mencapai puncak tertinggi di medio 2015. Yaitu 165.000 barel per hari.

"Saat ini, fokus utama adalah untuk segera menyelesaikan fasilitas produksi penuh, hingga dapat mencapai produksi 165.000 barel pada pertengahan 2015," kata Amien saat kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (5/11/2014).

Lapangan Banyu Urip telah mencapai produksi harian 40.000 barel minyak per hari. Produksi dari lapangan ini akan terus meningkat seiring penyelesaian fasilitas produksi, hingga mencapai puncak produksi 165.000 barel minyak per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perkembangan proyek minyak dan gas bumi Banyu Urip, Blok Cepu, hingga minggu pertama Desember 2014 ini telah mencapai 92,5%. Fasilitas pipa darat dan laut, menara tambat, serta kapal alir muat terapung, telah selesai terpasang dan saat ini dalam tahap akhir kegiatancommissioning.

Kegiatan pengeboran terlaksana lebih cepat dari jadwal. Kegiatan konstruksi serta commissioning untuk fasilitas produksi utama dan infrastruktur terkait terus berlangsung, dengan melibatkan lebih dari 8.600 pekerja di lapangan.

Sesuai rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD), investasi di Proyek Banyu Urip mencapai lebih dari US$ 2,525 miliar,dengan rincian untuk pembangunan fasilitas produksi US$ 2,188 miliar dan pengeboran sumur US$ 337 juta.

Pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur.

Presiden EMCL, Jon M. Gibbs menambahkan, proyek ini tepat diupayakan berjalan sesuai target.

"Kami terus mencapai kemajuan yang berarti, bersama dengan semua kontraktor EPC dan dengan dukungan SKK Migas, PT Pertamina EP Cepu, Badan Kerjasama PI Blok Cepu, dan semua pemangku kepentingan, untuk secara bertahap meningkatkan produksi dari Lapangan Banyu Urip," kata Gibbs pada kesempatan yang sama.

Hadir dalam kesempatan tersebut adalah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, Presiden Direktur PT. Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto, Direktur Pengembangan PT Pertamina EP Cepu Amran Anwar, Wakil Ketua Badan Kerjasama PI Blok Cepu Ganesha Askary, dan Wakil Bupati Bojonegoro Setyo Hartono.

Kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dengan EMCL sebagai operator. EMCL, anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation, memegang 45% saham partisipasi, bersama PT Pertamina EP Cepu yang memegang 45% saham dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10% saham. Rencana pengembangan lapangan disetujui Menteri ESDM pada 15 Juli 2006. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads