"Saya pernah katakan distribusi di Indonesia paling ruwet di dunia. Termasuk saya distribusi pakai pesawat. Mana ada di dunia distribusi BBM pakai pesawat," kata Direktur Pertamina Ahmad Bambang di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (8/12/2014).
Ahmad mengatakan, selama November 2014 lalu, harga bensin premium keekonomian alias tanpa subsidi adalah Rp 9.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga keeknomian premium ini hanya beda tipis, dibanding harga pertamax, yang saat ini sekitar Rp 9.950/liter.
Ditanya mengapa harga BBM jenis premium ini sangat tinggi, Ahmad enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyebut, harga BBM tersebut sudah didasarkan pada indikator-idnikator pembentuk harga yang sesuai.
"Pembentuknya itu ada harga crude, kemudian harga transportasi, kemudian ada storage ke masing-masing SPBU dan Pajak," sebutnya.
(dna/dnl)











































