Sudirman mengatakan, kajian ini dilakukan agar kedua perusahaan migas ini tidak saling merugikan, namun harus saling bersinergi dan memperkuat masing-masing.
"Yang akan dilakukan adalah suatu joint study antara Pertamina dan PGN, difasilitasi oleh pemerintah. Studi ini dimaksudkan untuk mencari titik optimal bagaimana pengelolaan bisnis gas harus ditata di antara keduanya. Kepentingan negara yang harus ditempatkan sebagai prioritas," tegas Sudirman dalam keterangannya, Selasa (9/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan terburu buru menyimpulkan, semua keputusan penting memerlukan kajian mendalam," ujar Sudirman.
(dnl/hds)











































