Menkeu Bambang Sebut Kenaikan Harga BBM Zaman Jokowi Beda dengan Era SBY

Menkeu Bambang Sebut Kenaikan Harga BBM Zaman Jokowi Beda dengan Era SBY

- detikFinance
Selasa, 09 Des 2014 12:24 WIB
Menkeu Bambang Sebut Kenaikan Harga BBM Zaman Jokowi Beda dengan Era SBY
Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutkan bahwa pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi selama 4 kali selama 10 tahun ini. Namun untuk yang terakhir sebesar Rp 2.000/liter pada 18 November 2014, Bambang menilai ada perbedaan.

Pada 2005, 2008, dan 2013 saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menaikkan harga BBM, tujuan utamanya adalah untuk menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika harga BBM tidak naik, maka subsidi BBM akan membengkak dan defisit APBN pun melebar.

"Sangat berbeda kenaikan harga BBM sekarang dengan 2013, 2008, dan 2005. Waktu itu, kita bicara selamatkan APBN akibat defisit," ujarnya dalam The CNBC Summit Indonesia 2014 di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (9/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan kenaikan harga BBM kali ini, menurut Bambang, tujuannya berbeda. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin mengalihkan subsidi BBM ke pengeluaran yang lebih produktif seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

"Situasi hari ini adalah untuk mengalihkan anggaran kepada yang produktif dan tepat sasaran," tegasnya.

Dalam APBN 2015, lanjut Bambang, awalnya subsidi BBM ditetapkan sekitar Rp 270 triliun. Namun dengan kenaikan harga BBM bulan lalu, subsidi BBM akan berkurang Rp 120 triliun.

"Jadi saving dari kenaikan ini adalah Rp 120 triliun," ujarnya.

(mkl/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads