Harga Minyak Turun Pemerintah Untung? Ini Jawaban Menkeu Bambang

Harga Minyak Turun Pemerintah Untung? Ini Jawaban Menkeu Bambang

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2014 17:18 WIB
Harga Minyak Turun Pemerintah Untung? Ini Jawaban Menkeu Bambang
Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan
Jakarta - Harga minyak dunia masih berada dalam posisi rendah. Saat ini, harga minyak enggan beranjak dari kisaran US$ 60/barel yang merupakan posisi terendah sejak 2009.

Mengutip data Reuters, harga minyak jenis light crude untuk pengiriman Desember 2014 berada di posisi US$ 62,81/barel. Sementara harga minyak jenis brent ada di US$ 65,94/barel.

Oleh karena itu, sejumlah pihak menyatakan pemerintah perlu mengkaji ulang harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang sudah menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000/liter pada 18 November lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan (Menkeu), menegaskan penurunan harga minyak tidak semerta-merta membuat beban pemerintah berkurang. Pasalnya, produksi minyak dalam negeri sudah sangat berkurang.

"Semua orang bicara penurunan harga minyak ini akan membuat ruang fiskal semakin besar, karena subsidi makin kecil. Tapi banyak dilupakan adalah Indonesia produksinya hanya 700.000 barel/hari, dan jumlah tersebut masih ada yang diekspor," papar Bambang dalam acara Tempo Economic Briefing, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Selain itu, lanjut Bambang, tidak sepenuhnya benar bahwa ruang fiskal pemerintah saat ini semakin lebar. Ini karena penurunan harga minyak juga menyebabkan penerimaan negara berkurang.

"Ketika harga minyak menurun, penerimaan juga menurun. Khususnya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) migas dan PPh (Pajak Penghasilan) migas, pasti turun," katanya.

(hds/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads