"Pertama lakukan percepatan (penggunaan anggaran), tolak invtervensi negatif dari mana pun, dan terakhir kita harus mampu pertegas hak pribadi dan hak publik," jelas Sudirman dalam keterangannya, Jumat (12/12/2014).
Total dana Rp 10,02 triliun yang dikelola ESDM untuk 2015 terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sudirman mengatakan, penilaian profesional jangan sampai dikalahkan oleh kepentingan-kepentingan politik.
"Para pengambil keputusan juga tidak perlu takut memutuskan asal diyakini benar," kata Sudirman.
Soal predikat laporan keuangan, Sudirman mengatakan, dirinya tidak mau mengejar predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dengan cara tidak benar.
"Kita harus mengejar WTP yang merupakan potret dari kondisi sesungguhnya. Dan itu membutuhkan keteladanan para pemimpin di semua tingkatan dan membuang jauh-jauh kepentingan pribadi," jelasnya.
(rrd/dnl)











































