"Kalau melihat prognosis konsumsi BBM subsidi Oktober-Desember ini, kelebihan BBM subsidi tahun ini diperkirakan sebanyak 1,3 juta KL," ungkap Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di acara Penyerahan Surat Keputusan Penugasan Badan Usaha Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian BBM Subsidi di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Namun, lanjut Dwi, Pertamina akan mendapatkan limpahan jatah penyaluran BBM bersubsidi dari PT AKR Corpindo Tbk (AKRA) yang masih ada sekitar 300.000 KL. Oleh BPH Migas, jatah ini akan diberikan ke Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vice President Fuel Marketing Pertamina M Iskandar menambahkan, awalnya kuota penyaluran BBM bersubsidi diperkirakan jebol 1,9 juta KL. Namun dengan kenaikan harga BBM bersubsidi, angka itu bisa ditekan.
"Kenaikan harga, membuat masyarakat berhemat dan sebagian beralih menggunakan BBM non subsidi seperti Pertamax. Jadi over-nya diperkirakan hanya sekitar 1,3 juta KL, atau mungkin di bawah 1 juta KL karena ada tambahan sisa kuota dari AKR 300.000 sebanyak KL," jelas Iskandar.
(rrd/hds)











































