"Kita akan beli minyak dari Angola atau dari Sonangol sebanyak 200.000 barel. Tapi itu di luar nota kesepahaman yang ditandatangani di Istana Presiden," ujar Direktur Pertamina Ahmad Bambang di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Bambang mengatakan, pembelian minyak dari Angola tersebut harganya berdasarkan kesepakatan antar korporasi. Lain dengan yang sudah disepakati antara pemerintah Indonesia dengan Angola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembelian minyak dari Angola tersebut, kata Bambang, akan diangkut bersamaan dengan hasil produksi lapangan minyak Pertamina di Aljazair.
"Jadi dari Angola 200.000 barel, dari Aljazair 600.000 barel, kita angkut total 800.000 barel. Untuk kapannya ,saya lagi cari kapal tanker," tuturnya.
(rrd/hds)











































