"Itu perlu dipahami lah, yang ditandatangani MoU kemarin dengan Sonangol EP menyangkut tiga hal, pertama bicara upstream (hulu), kedua kilang minyak, dan ketiga terkait trading (jual-beli minyak)," kata Direktur Ritel dan Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang ditemui di Kantor BPH Migas, Jumat (12/12/2014).
Bambang mengatakan, dengan kerjasama salah satunya dibidang trading tersebut, Pertamina dapat membeli minyak mentah dari Angola dengan diskon hingga 15%, namun syaratnya keduanya harus membentuk satu perusahaan trading seperti Petral dan kepemilikan sahamnya 50% Pertamina 50% Sonangol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini kata Bambang, proses pembentukan perusahaan trading bersama tersebut masih dalam proses perizinan. "Masih proses, karena ini PMA (Penanaman Modal Asing) jadi masalahnya diperizinan dan sebagainya," katanya.
Bambang menjelaskan, masih banyak salah persepsi di masyarakat terkait diskon 15% dalam pembelian minyak dari Angola tersebut.
"Diskonnya itu banyak media salah hitungnya. 15% ketika harga US$ 100 per barel itu artinya diskonnya US$ 15, kalau sekarang harganya US$ 70 per barel ya tentunya tidak sampai US$ 15 dolar diskonnya, kan gitunya, ngikuti harga minyak saja," tutupnya.
(rrd/hen)











































