"Ya tarif listrik penyesuaian turun, karena harga minyak turun sekali. Kurs rupiahnya naik, tapi tidak terlalu banyak," ungkap Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun dihubungi, Senin (15/12/2014).
Turunnya tarif listrik tersebut terjadi sejak Oktober 2014. Karena penurunan harga minyak signifikan terjadi saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Golongan R-3 (rumah mewah): Rp 1.515,82/kWh (Oktober 2014), jadi Rp 1.513,69/kWh (November 2014), dan Rp 1.496,33/kWh (Desember 2014)
- Golongan P-1/TR: Rp 1.515,82/kWh (Oktober 2014), jadi Rp 1.513,69/kWh (November 2014), dan Rp 1.496,33/kWh (Desember 2014)
- Golongan B-2/TR: Rp 1.515,82/kWh (Oktober 2014), jadi Rp 1.513,69/kWh (November 2104), dan Rp 1.496,33/kWh (Desember 2014)
- Golongan B-3: Rp 1.515,82/kWh (Oktober 2014), jadi Rp 1.513,69/kWh (November 2014), dan Rp 1.496,33/kWh (Desember 2014)
(rrd/dnl)











































