Program Bagi-bagi Converter Kit Gagal, Pemerintahan Jokowi Ganti Strategi

Program Bagi-bagi Converter Kit Gagal, Pemerintahan Jokowi Ganti Strategi

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 11:57 WIB
Program Bagi-bagi Converter Kit Gagal, Pemerintahan Jokowi Ganti Strategi
Jakarta - Program konversi energi di kendaraan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) selama ini gagal total. Pemerintahan baru di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengubah strateginya.

Direktur Alat Transportasi Darat Ditjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Soerjono‎ mengatakan, agar program konversi BBM ke BBG ini berjalan sukses, ke depan pemerintah mengubah strategi.

Strategi bagi-bagi converter kit gratis yang selama ini terbukti gagal akan diubah menjadi pembangunan infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG). Harapannya, dengan banyaknya SPBG, maka masyarakat akan sukarela beralih ke BBG, apalagi harga BBM lebih mahal daripada BBG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke depan kita nggak di situ. Daripada bagi-bagi converter kit, mending diambil dananya untuk bangun infrastruktur. Kalau infrasturkturnya ada, otomatis kendaraan itu akan ikut," kata Soerjono di acara Diskusi Fuel Economy Outlook 2019 di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

‎Soerjono mengatakan, meski anggaran yang dikeluarkan jauh lebih besar dibanding melakukan pengadaan converter kit, anggaran untuk membangun infrastruktur berupa SPBG bisa berasal dari alokasi dana dari pengalihan subsidi BBM.

"Kan ada anggaran yang pengalihan subsidi BBM yang kemarin," kata Soerjono.

Ia mengatakan produk converter kit bisa dijual secara komersil dengan harga yang lebih murah. Pihak swasta yang bakal ditawarkan untuk menjual converter kit itu akan diberi insentif agar tertarik untuk ikut berkontribusi mensukseskan program ini. Begitu juga untuk pihak-pihak penyedia gasnya.

"Nanti dijual komersil saja. Industri otomotif menjual itu, saya sedang pikirkan bagaimana bentuk insentifnya," tutur Soerjono.

Menurutnya pemerintah akan mendorong industri otomotif untuk memproduksi kendaraan dengan spesifikasi atau teknologi khusus yang bisa menerima bahan bakar gas.

"Paling 1 tahun itu masa transisi. Sementara yang sudah ada bisa dipakai converter kit," tuturnya‎.

Program konversi dari BBM ke BBG harus dilakukan agar Indonesia tak selalu ketergantungan impor minyak dan bahan bakar minyak. Alat converter kit merupakan alat tambahan dalam kendaraan yang semula memakai BBM, dengan adanya alat ini maka kendaraan yang berbasis BBM bisa menggunakan BBG.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads