Kelamaan Pikir Bangun PLTN, RI Keburu Gelap Gulita

Kelamaan Pikir Bangun PLTN, RI Keburu Gelap Gulita

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 14:14 WIB
Kelamaan Pikir Bangun PLTN, RI Keburu Gelap Gulita
Jakarta - Berdasarkan polling nasional yang dilakukan Batan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), sebanyak 72% rakyat Indonesia mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Berapa waktu yang dibutuhkan untuk membangun 1 unit PLTN?

"Bangun satu unit PLTN ini butuh waktu yang cukup lama, paling cepat 8 tahun, kalau pembangkit lain paling 2-3 tahun paling lama 5 tahun," ujar Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto di kantornya, Kuningan Barat, Jaksel, Selasa (16/12/2014).

Djarot mengatakan, tentunya Indonesia harus mulai membangun PLTN mulai dari sekarang, karena 8 tahun ke depan rakyat Indonesia memerlukan banyak listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau dibangun sekarang atau 2015, baru pada 2022 kita punya PLTN. Pada saat itu kebutuhan listrik kita meningkat tinggi daripada sekarang," ucapnya.

Djarot menilai, PLTN bukanlah pilihan terakhir, sehingga ketika semua energi sudah dimanfaatkan seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi, dan energi baru terbarukan dimanfaatkan semuanya dan sudah habis baru PLTN dibangun.

"Kalau itu baru dilakukan, kita keburu gelap gulita. Bangun PLTN juga tidak sebentar, mau kita gelap dulu 8 tahun nunggu PLTN terbangun? Jadi harus dari sekarang," tegasnya.

Ia mengakui, PLTN sering menjadi kebijakan yang politis, karena bagi suatu rezim pemerintahan, karena butuh waktu lama bangun PLTN sehingga rezim pemerintahannya tidak akan menikmatinya.

"Ini terus terang saja, kalau suatu rezim pemerintahan selalu identik berfikir seperti itu, nanti yang gunakan atau yang resmikan bukan pemerintahannya, ini harus diubah, ini untuk kepentingan nasional, makanya dibutuhkan leadership yang memikirkan kepentingan nasional daripada kepentingan rezimnya," tutup Djarot.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads