"Bangun satu unit PLTN ini butuh waktu yang cukup lama, paling cepat 8 tahun, kalau pembangkit lain paling 2-3 tahun paling lama 5 tahun," ujar Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto di kantornya, Kuningan Barat, Jaksel, Selasa (16/12/2014).
Djarot mengatakan, tentunya Indonesia harus mulai membangun PLTN mulai dari sekarang, karena 8 tahun ke depan rakyat Indonesia memerlukan banyak listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot menilai, PLTN bukanlah pilihan terakhir, sehingga ketika semua energi sudah dimanfaatkan seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi, dan energi baru terbarukan dimanfaatkan semuanya dan sudah habis baru PLTN dibangun.
"Kalau itu baru dilakukan, kita keburu gelap gulita. Bangun PLTN juga tidak sebentar, mau kita gelap dulu 8 tahun nunggu PLTN terbangun? Jadi harus dari sekarang," tegasnya.
Ia mengakui, PLTN sering menjadi kebijakan yang politis, karena bagi suatu rezim pemerintahan, karena butuh waktu lama bangun PLTN sehingga rezim pemerintahannya tidak akan menikmatinya.
"Ini terus terang saja, kalau suatu rezim pemerintahan selalu identik berfikir seperti itu, nanti yang gunakan atau yang resmikan bukan pemerintahannya, ini harus diubah, ini untuk kepentingan nasional, makanya dibutuhkan leadership yang memikirkan kepentingan nasional daripada kepentingan rezimnya," tutup Djarot.
(rrd/dnl)











































