RI Sudah Ancang-ancang Bangun PLTN Sejak 30 Tahun Lalu

RI Sudah Ancang-ancang Bangun PLTN Sejak 30 Tahun Lalu

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 15:20 WIB
RI Sudah Ancang-ancang Bangun PLTN Sejak 30 Tahun Lalu
Jakarta - Indonesia sudah membuat program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sejak 1985, atau hampir 30 tahun lalu. Segala persiapan dilakukan, sampai memperkuat faktor keselamatan. Namun belum juga terbangun.

"Kita sudah punya program pembangunan PLTN itu sudah 30 tahun, tapi sampai sekarang tidak terbangun," ucap Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto di kantornya, Kuningan Barat, Jaksel, Selasa (16/12/2014).

Djarot mengatakan, mulai dari tenaga ahli hingga teknologi sudah disiapkan pemerintah, agar masyarakat yakin PLTN aman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak zaman Presiden BJ Habibie sudah dipersiapkan tenaga ahli untuk menangani PLTN, jurusan nuklir juga sudah ada di beberapa universitas. Kita sekarang punya 100 profesor (S3) di bidang nuklir, kita punya 300 lebih S2 di bidang nuklir, itu sudah lebih dari cukup. Karena untuk tangani satu unit nuklir hanya membutuhkan beberapa tenaga ahli saja," ungkapnya.

Tidak hanya itu, BATAN juga sudah berpuluh tahun lamanya memiliki fasilitas reaktor nuklir di Serpong dengan kapasitas 30 megawatt (MW).

"Di fasilitas itu kita juga terapkan latihan kalau terjadi bahaya, melibatkan TNI, Polisi, para medis sampai Kopassus, kurang siap apa kita? kita itu sudah sangat-sangat siap punya PLTN tinggal kemauan saja yang belum," katanya.

Djarot menambahkan, bahkan yang lebih menyesakkan baginya, Vietnam yang baru beberapa tahun mempersiapkan program pembangunan PLTN sudah akan punya PLTN pada 2022.

"Dia kerjasama dengan Rusia, kita? Sudah 30 tahun loh nggak bangun-bangun juga," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads