Sementara harga minyak mentah di AS turun menjadi US$ 54,85 per barel. Dilansir dari BBC, Selasa (16/12/2014), harga minyak turun hampir 50% sejak Juni 2014. Ini karena melemahnya permintaan dan meningkatnya suplai.
Organisasi negara produsen minyak yaitu OPEC, menyatakan tidak akan memangkas produksinya. Keputusan ini muncul setelah sebelumnya International Energy Agency memangkas prediksi permintaan minyak tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jatuhnya harga minyak membuat ekonomi Rusia menderita karena memang sangat bergantung pada penjualan minyak. Karena itu, bank sentral Rusia menaikkan suku bunga acuan dari 10,5% menjadi 17%, sebagai langkah darurat penyelamatan ekonomi.
Selain karena harga minyak jatuh, mata uang ruble juga anjlok 50% terhadap dolar AS akibat sanksi ekonomi dari AS dan Eropa Barat.
Goldman Sachs memperkirakan, rencana investasi US$ 1 triliun untuk proyek minyak akan terganggu, dan terancam batal karena turunnya harga minyak.
(dnl/ang)











































