"Tentunya turunnya harga minyak ini membuat harga batu bara juga turun drastis, kenapa? Karena orang minyak murah ngapain pakai yang kotor (batu bara)," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara R Sukhyar, ditemui di Kantornya, Jalan Soepomo, Jaksel, Selasa (16/12/2014).
Sukhyar mengatakan, turunnya harga minyak karena ada 'pertempuran' antara Amerika Serikat yang memiliki shale gas dan shale oil yang berlimpah, dengan OPEC yang memiliki stok minyak bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bicara shale oil dan shale gas, kata Sukhyar, sebenarnya Indonesia memiliki cadangan yang sangat besar, namun belum berhasil mengeksploitasinya karena dibutuhkan teknologi yang canggih seperti yang dilakukan Amerika Serikat.
"Kita itu punya cadangan 560 triliun kaki kubik (tcf) shale gas dan shale oil besar sekali," tutupnya.
(rrd/dnl)











































