76% Produksi Batu Bara Tahun Depan Diekspor

76% Produksi Batu Bara Tahun Depan Diekspor

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 19:14 WIB
76% Produksi Batu Bara Tahun Depan Diekspor
Ilustrasi tambang batu bara
Jakarta - Produksi batu bara Indonesia pada 2015 akan ditingkatkan dari 425 juta ton menjadi 460 juta ton. Namun sebanyak 76% dari produksi tersebut justru diekspor ke luar negeri.

"Ini memang dilematis. Peningkatan produksi batu bara ini jadi 460 juta ton tidak sejalan dengan kebijakan energi kita yang harusnya menahan produksi. Tapi karena target PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) naik, kita harus naikkan juga produksi batu baranya," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar ditemui di kantornya, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2014).

Sukhyar mengatakan, sebagian besar produksi batu bara tersebut memang diekspor ke luar negeri. Ini dilakukan karena seluruh kebutuhan batu bara dalam negeri sudah terpenuhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebutuhan batu bara tahun depan untuk listrik, baik dari PLN dan IPP, hanya 74 juta ton. Itu pasti terpenuhi semua. Sisanya ada dari pabrik semen yang gunakan batu bara tapi itu tidak banyak jumlahnya, tapi kita jaga untuk dalam negeri 110 juta ton. Artinya 350 juta ton diekspor ke luar negeri," jelasnya.

Bahkan dengan tambahan pembangkit listrik 35.000 MW dalam 5 tahun sesuai program pemerintah, memang sebagian besar berasal dari PLTU batu bara.

"Namun walaupun ditambah 35.000 MW dari PLTU batu bara, pada 2024 kebutuhan batu bara dalam negeri hanya 170 juta ton," tuturnya.

(rrd/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads