Faisal Basri: Impor BBM Lebih Murah 10% Dibandingkan dari Kilang Pertamina

Faisal Basri: Impor BBM Lebih Murah 10% Dibandingkan dari Kilang Pertamina

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2014 18:00 WIB
Faisal Basri: Impor BBM Lebih Murah 10% Dibandingkan dari Kilang Pertamina
Jakarta - Tim Komite Reformasi Tata Kelola Migas melakukan pertemuan dengan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Terungkap, produksi BBM di kilang Pertamina jauh lebih mahal, daripada impor dari Singapura.

"Biaya produksi BBM di kilang minyak Pertamina itu ternyata jauh lebih mahal daripada impor. Di atas MOPS (Mean of Plats Singapore), bisa 110% atau lebih mahal 10% dari harga impor BBM," ujar Ketua Tim Komite Faisal Basri, usai rapat dengan Petral di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Faisal mengatakan, memang lebih murah impor BBM daripada produksi sendiri. Namun bila hal tersebut terus dilakukan, maka kilang minyak dalam negeri tutup semua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau lebih pilih impor memang lebih hemat, tapi itu artinya kilang dalam negeri tutup semua. Energi ini bukan soal harga saja, tapi menyangkut ketahanan energi bangsa ini, kalau ada apa-apa misalnya harga minyak melonjak tinggi, bahaya bagi pasokan energi dalam negeri," katanya.

Anggota Tim Komite Agung Wicaksono menambahkan, mahalnya biaya produksi BBM ini sebenarnya penyakit yang sudah mendasar. Karena kilang dalam negeri ada yang peninggalan tahun 1930.

"Jadi ini satu penyakit yang sangat mendasar dan salah satu rekomendasi tentu nanti terkait hal itu. Kilang memang harus dibangun segera, ini harus dibenahi," ujarnya.

"Memang Pertamina saat ini sudah melakukan serangkaian rencana untuk merenovasi dan ekspansi kilang-kilang tua ini, namun baru selesai pada 2025, dan menelan biaya hingga US$ 25 miliar. Tadi kita juga bicarakan proyek itu, harapannya Pertamina bisa lebih fleksibel dan bisa menurunkan ongkos produksi secara signifikan dengan selesainya program tersebut," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads