Ketua Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri menjelaskan, para trader di Singapura akan langsung menaikkan harga minyaknya bila ada gangguan di Indonesia. Selama ini, Indonesia banyak mengimpor minyak maupun BBM melalui Singapura.
"Tadi juga disampaikan oleh Direktur Pengolahan Pertamina, kalau batuk salah satu kilang saja, harga minyak di Singapura pasti langsung naik, jadi kita tersandera. Oleh karena itu, kita ingin sandera-sandera ini dibebaskan," kata Faisal Basri usai rapat dengan Petral di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (17/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Tim lainnya Dharmawan Prasodjo mengungkapkan, dalam paparan Petral dan Pertamina, terungkap kapasitas terpasang kilang minyak Pertamina itu mencapai 1.093.000 barel per hari.
"Tetapi dari 2012, operational capacity ratio-nya hanya 81% , lalu 2013 sebesar 83%, yang pada intinya, operational cost itu berjalan terus, jadi produktivitasnya itu turun sehingga cost per barelnya menjadi sangat mahal," tutup Dharmawan.
(rrd/hen)











































