Di Depan Para Kepala Daerah, Jokowi Singgung Soal Listrik yang Byar Pet

Di Depan Para Kepala Daerah, Jokowi Singgung Soal Listrik yang Byar Pet

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2014 10:31 WIB
Di Depan Para Kepala Daerah, Jokowi Singgung Soal Listrik yang Byar Pet
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masalah energi menjadi salah satu fokus pemerintahannya untuk lima tahun ke depan. Hal ini karena di berbagai daerah di Indonesia masih dilanda krisis listrik padahal hampir semua provinsi memiliki potensi seumber energi seperti gas dan minyak.

"Melimpah sumber daya alam gas dan minyak, tetapi listriknya hidup-mati, byar pet semua," kata Jokowi saat pidato di depan para bupati, wali kota, dan gubernur di acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Menurut Jokowi hal ini terjadi karena ada kebijakan publik yang tak benar dan tak tepat misalnya soal perizinan yang lama, pemebebasan lahan yang sulit. "Hari ini kita berkumpul ingin menyelesaikan masalah di lapangan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, untuk perizinan pembangunan pembangkit listrik ada yang sampai 2-4 tahun, bahkan pembangunan pembangkit di Sumatera Selatan ada yang sudah 6 tahun izinnya belum keluar. Selain itu, masalah pembebasan lahan selama ini membuat pembangunan pembangkit listrik ada yang belum tuntas sampai 3-4 tahun.

"Problem dasar kalau tak diselesaikan, kalau tak diselesaikan sampai kapan pun tak selesai," katanya.

Untuk menyelesaikan soal krisis listrik di daerah, Jokowi akan membangun pembangkit listrik hingga 35.000 MW. "Ini bukan target ambisius, setelah kita muter-muter setiap provinsi sudah siap semua, telah dihitung hampir 35.000 MW," katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan soal program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang targetnya bisa berjalan Januari tahun depan. Dengan PTSP, proses perizinan akan lebih singkat tak perlu memproses di berbagai kementerian.

"Akhir Januari saya kejar terus program PTSP tak mundur lagi, jadi urus investasi bisa diselesaikan dalam satu tempat," katanya.

Selain pembangkit listrik, di bidang energi Jokowi menyampaikan soal rencana pemerintahannya membangun kilang baru untuk mendukung ketahanan energi.

"Kita selesaikan secepatnya, bangun kilang kita butuhkan 3 tahun. Ini akan kita mulai sehingga ketahanan energi kita betul-betul bisa kita pegang," katanya.

Jokowi juga menyampaikan soal program konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke gas. Program ini harus didukung dengan infrastruktur pipa-pipa gas untuk menyalurkan gas.

"Tahun depan pemipaan besar akan dimulai baik oleh BUMN maupun kementerian. Gubernur, bupati, wali kota mohon dibantu untuk pembebasan lahan," pinta Jokowi.

(hen/hds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads