Pengusaha Kesulitan Jual Gas di RI, Amien Sunaryadi Janji Bikin Perubahan

Pengusaha Kesulitan Jual Gas di RI, Amien Sunaryadi Janji Bikin Perubahan

- detikFinance
Kamis, 18 Des 2014 14:03 WIB
Pengusaha Kesulitan Jual Gas di RI, Amien Sunaryadi Janji Bikin Perubahan
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Pengusaha sektor migas mengeluhkan sulitnya proses menjual gas di Indonesia, padahal gas didapatkan dengan susah payah.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi berjanji, dirinya akan memperbaiki sistem tata kelola migas yang menjadi hambatan perusahaan migas di Indonesia.

"Alokasi gas itu memang dikeluhkan beberapa perusahaan KKKS (kontraktor kontrak kerjasama), aku akan baca dulu detail dulu. Lalu baru aku akan putuskan. Pastinya tata kelola gas ini harus diperbaiki," ujar Amien kepada detikFinance, di temui di Kementerian Keuangan, Rabu (17/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Amien masih membutuhkan waktu memperbaiki tata kelola gas tersebut. Karena saat ini ia masih melakukan pertemuan dengan berbagai KKKS, untuk mendengar segala masalah yang menghambat saat ini.

"Aku datangi satu KKKS di mana di sana sudah kumpul 7-8 KKKS, aku berkenalan sambil mendengarkan apa sih problem-problem yang dihadapi KKKS. Setelah ini selesai terus ke KKKS yang lain ketemu sekelompok yang sama. Ini sudah 6 kali 7 jadi sudah ketemu 42 KKKS. Sambil mendengar problem mereka apa. Mudah-mudahan aku bisa bantu pecahkan problemnya apa," katanya.

Presiden dan CEO PT Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfoedz sebelumnya mengungkapkan, sistem alokasi gas yang diterapkan di Indonesia saat ini membutuhkan waktu yang sangat panjang sampai akhirnya produsen gas bumi termasuk Medco kesulitan mengirimkan gas ke konsumen (pembeli).

"Sistem alokasi gas beserta persetujuan alokasi gas, membutuhkan rangkaian persetujuan dari berbagai pihak, mulai dari SKK Migas, Ditjen Migas, dan Kementerian ESDM. Waktunya cukup lama, belum lagi apabila di tengah perjalanan proyek membutuhkan perubahan karena berbagai keadaan di lapangan," ungkap Lukman.

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads