Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jarman mengatakan, dari 22 sistem kelistrikan di Indonesia saat ini, ada 9 sistem kelistrikan yang mengalami defisit.
"Dari 22 sistem kelistrikan di Indonesia, ada 9 sistem kelistrikan yang mengalami kekurangan pasokan listrik atau defisit," ujar Jarman di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (18/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Defisit listrik ini karena masalah transmisi yang belum terbangun, ada masalah keterlambatan penyelesaian pembangkit listrik juga," ungkapnya.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, defisit listrik di 9 daerah tersebut juga terjadi karena konsumsi listrik naik, sementara pasokan pembangkit listriknya belum selesai.
"Contoh PLTU Bengkayang belum selesai, konsumsinya listriknya keburu naik, makanya terjadi kekurangan," tutup Nur.
Berikut kondisi 9 wilayah yang krisis listrik:
- Sumut-Aceh : 1.788 MW (-9%)
- Sumbar-Riau : 1.194 MW (-2,7%)
- Sumbagsel : 1.493 MW (-4,1%)
- Bangka : 130 MW (-10.8%)
- Kalbar : 406 MW (-8,4%)
- Kalselteng : 543 MW (0,2%)
- Suluttenggo : 520 MW (-.6,8%)
- Maluku : 140 MW (-3,8%)
- NTB : 260 MW (-7.7%)











































