"Sistem subsidi fix itu sangat baik, karena anggaran subsidi BBM di APBN tidak akan banyak berubah. Kalau sistem subsidi saat ini, harga minyak naik dan rupiah melemah subsidi BBM akan makin besar," kata Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng dalam pesan singkatnya, Jumat (19/12/2014).
Andy mengatakan, pihaknya mengusulkan kepada pemerintah agar setiap liter Premium dan Solar mendapat subsidi Rp 1.500-Rp 2.000. Artinya, dengan harga keekonomian BBM non subsidi jenis Premium di kisaran Rp 9.000/liter, maka harganya di SPBU adalah Rp 7.000-7.500/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(rrd/hds)











































