Hal tersebut dikemukakan Juda Agung, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), kala ditemui di gedung BI, Jakarta, Jumat (19/12/2014).
"Kalau memang harga keekonomian BBM terus turun, akan bisa terjadi deflasi dari harga BBM. Kalo sudah di-fix subsidy kemudian harga minyak terus turun, kan bisa deflasi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Juda berharap subsidi tetap untuk BBM bisa diterapkan tepat waktu pada awal 2015. Penurunan harga minyak dunia menjadi momentum yang tepat untuk menerapkan subsidi tetap.
"Dengan penurunan harga minyak, ini sebuah kesempatan bagi kita untuk segera menerapkan fix subsidy. Dengan fix subsidy ini, maka ekonomi kita akan lebih sehat," tuturnya.
(hds/dnl)











































