Direksi PT PLN (Persero) mengaku sedang menunggu undangan dari pemerintah terkait rencana rapat umum pemegang saham (RUPS) dengan agenda perombakan jajaran direksi.
"Kita lagi tunggu undangan," kata Direktur Konstruksi Dan Energi Baru Terbarukan PLN Nasri Sebayang ditemui di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2014).
Karena itu, Nasri tidak tahu kapan RUPS tersebut akan dilaksanakan. Begitu pula dengan kabar Direktur Utama (Dirut) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Sofyan Basir, yang dikabarkan jadi calon kuat pengganti Dirut PLN, Nur Pamudji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu Nasri mengaku bertemu pemerintah, untuk membahas proyek-proyek PLN baik yang sudah dan akan berjalan.
"Proyek pembangkit yang di Nusa Tenggara seperti PLTU Waloh 2 x3 MW. Sumatera Kuala Tungkal 2 x 3 MW. Lalu Ketapang di Kalbar 2 x 10 MW. Target diselesaikan tahun depan, sekarang lagi konstruksi," ujarnya.
Dalam menjalankan proyek-proyek tersebut, PLN dibantu oleh saudara sesama BUMN, seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Hutama Karya, dan lain-lain.
(ang/dnl)











































