"Agen-agen pembangunan luar negeri seperti World Bank, Japan International Cooperation Agency (JICA), Bank Pembangunan Asia (ADB) dan lainnya sangat ingin membiayai proyek-proyek PLN. Bahkan siap mengalokasikan dana lebih besar dari sebelumnya," ungkap Direktur PLN Murtaqi Syamsuddin saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (23/12/2014).
Murtaqi mengatakan, pinjaman dari lembaga keuangan asing ini memang sangat dibutuhkan oleh PLN. Investasi PLN dari tahun ke tahun terus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murtaqi menambahkan, jika mengandalkan pembiayaan dari lembaga keuangan dalam negeri atau bank dalam negeri, dinilai belum cukup. PLN membutuhkan dana yang cukup besar untuk menyalurkan listrik lebih banyak ke masyarakat seiring peningkatan konsumsi listrik.
"Kalau hanya dari dalam negeri tidak cukup. Kita butuh banyak dana untuk bangun pembangkit listrik, transmisi, distribusi, dan lainnya. Dana investasi dari uang PLN sendiri saja tahun 2014 mencapai Rp 50 triliun, itu besar sekali," tuturnya.
(rrd/hds)











































