Seperti diketahui, Sofyan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), yang merupakan bank dengan laba terbesar di Indonesia.
Dari susunan direksi baru yang ditunjuk oleh pemerintah hari ini, Selasa (23/12/2014), ada 4 direksi baru yang berasal PLN dan anak usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Direktur Utama Sofyan Basir. Pria 55 tahun ini menjabat sebagai Direktur Utama sejak 17 Mei 2005, dan terpilih kembali untuk periode jabatan kedua pada 20 Mei 2010. Sebelum bergabung dengan BRI, menjabat sebagai Direktur Utama Bank Bukopin.
Karir perbankan dimulai 1981 di Bank Duta, pada 1986 bergabung dengan Bank Bukopin, dan telah menduduki beberapa jabatan manajerial di Bank Bukopin termasuk Direktur Komersial, Group Head Line of Business, dan Pemimpin Cabang di beberapa kota besar Indonesia.
2. Direktur Sarwono Sidarto. Pria berumur 61 tahun ini menjabat sebagai Direktur di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sejak 30 Mei 2006. Sarwono memulai karir di BRI sejak 1976, dan telah menduduki berbagai jabatan manajerial, di antaranya Kepala Divisi Treasury, Kepala Divisi Renstra, Kepala Divisi Audit Intern, Kepala Divisi Bisnis Ritel, Wakil Kepala Divisi Akuntansi Manajemen dan Keuangan, Pemimpin Cabang Palembang Sriwijaya, Guest Officer Sanwa International Finance Ltd. Hongkong, Treasury Manager dan Chief Dealer BRI Finance Ltd. Hong Kong.
3. Direktur Murtaqi Syamsuddin. Pria ini sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pembinaan Afiliasi PLN. Sebelumnya, Murtaqi pernah menjabat Direktur Bisnis & Manajemen Risiko sejak Desember 2009.
Sebelumnya, Murtaqi adalah Direktur Jawa, Madura, dan Bali PT PLN sejak Maret 2008; General Manager PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (2003-2008); Ahli Pemasaran dan Pengembangan Unit Bisnis (2001-2003); Sekretaris Perusahaan (2000-2001); Kepala Divisi Sistem Informasi Kepegawaian (1998-2000), dan Deputi Manajer Perencanaan pada PLN Wilayah Sumatera Utara (1996-1998).
Murtaqi meraih gelar Sarjana Teknik Elektrik dari Universitas Indonesia pada tahun 1981 dan Gelar MBA Bidang Keuangan Perusahaan dari Universitas Oregon pada tahun 2003.
4. Direktur Supangkat Iwan Santono. Pria kelahiran Lampung 19 Desember 1958 ini sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Indonesia Power, anak usaha PLN.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama PT Indonesia Power, pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Pembangkitan Jawa Bali di Direktorat Operasi Jawa Bali Sumatera PT PLN (Persero) dan Direktur Pengembangan dan Niaga PT Indonesia Power.
5. Direktur Amin Subekti. Menurut sejumlah sumber, Amin sebelumnya bekerja sebagai Senior Vice President (SVP) di PT Indika Energy Tbk. Amin juga pernah bekerja di PT Cirebon Electric Power dan PT Cirebon Power Services. Kemudian dia juga pernah berkiprah di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR).
6. Direktur Nasri Sebayang. Pria ini sebelumnya menjabat Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan PLN. Nasri Sebayang juga pernah ditugaskan sebagai Direktur Perencanaan dan Teknologi PLN sejak Desember 2009.
Nasri pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Energi Primer pada April 2008. Sebelumnya dia juga pernah menjabat sebagai Deputi Direktur Independent Power Producers (2006-2008), Kepala Satuan Manajemen Risiko (2006), General Manager PLN Pembangkitan Muara Tawar (2005-2006), Manajer SDM PLN Pembangkitan Muara Tawar (2003-2005), Kepala Divisi Operasi PLN Proyek Pembangkitan dan Jaringan (Pikitring) Sumatera Utara (2000-2003), dan juga pernah mengepalai beberapa proyek pengembangan hydro dari 1993 hingga 2000.
7. Direktur Amir Rosidin. Pria kelahiran Malang, 7 Juli 1959 ini mulai berkarir di PLN sejak 1985, lalu diangkat sebagai General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur 2008. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB).
Selanjutnya diangkat sebagai General Manager PLN Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu pada awal 2010, dan dipercaya sebagai Kepala Divisi Manajemen Risiko pada Direktorat Bisnis & Manajemen Risiko PLN Kantor Pusat (2010-2013).
8. Direktur Nicke Widyawati. Wanita ini merupakan Direktur Utama dari PT Mega Eltra, kontraktor bidang listrik yang berada di lingkungan Holding PT Pusri (Persero). Wanita kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini, merupakan lulusan Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung, dan meraih gelar Master di Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran Bandung, tahun 2009.
Nicke meniti karir di PT Rekayasa Industri dan pernah menjabat sebagai Vice President Corporate Strategy Unit (CSU) (2007-2010), serta sebagai Direktur Bisnis (2010-2014). Nicke diangkat sebagai Direktur Utama Mega Eltra sejak 22 April 2014.
(dnl/hen)











































