"Mereka akan mulai menekan tombol panik (kurangi produksi) di harga US$ 40 per barel," kata CEO Breitling Energy Chris Faulkner dalam wawancara bersama CNBC, Sabtu (26/12/2014).
"Mereka boleh berkata apa saja sekarang ini, tapi mereka juga tidak bisa menghambur-hamburkan uang selamanya," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Faulkner memperkirakan harga minyak dunia akan naik secara perlahan 2015 ke kisaran US$ 70 per barel setelah turun hingga di bawah US$ 50 per barel. Prediksi ini bisa tercapai sekitar triwulan kedua.
Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Februari sekarang sudah diperdagangkan di bawah US$ 61 per barel.
(ang/ang)











































