Subsidi Premium Dihapus, Bagaimana Nasib Pertamina?

Subsidi Premium Dihapus, Bagaimana Nasib Pertamina?

- detikFinance
Senin, 29 Des 2014 13:54 WIB
Subsidi Premium Dihapus, Bagaimana Nasib Pertamina?
Jakarta - Pemerintah berencana menghapus subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 atau Premium sehingga harganya mengikuti harga pasar. Sudirman Said, Menteri ESDM, menegaskan tidak perlu khawatir PT Pertamina (Persero) akan kehilangan pasar dan tergilas oleh perusahaan asing.

"Masyarakat tidak perlu khawatir Pertamina akan kehilangan pasar. Saya sebagai Menteri ESDM akan melakukan atau mengeluarkan aturan kepada Shell atau lainnya boleh buka di sini (SPBU) harus fair. Pertamina punya bunker di tempat-tempat sulit, Anda harus mestinya punya. Kalau perlu, mau dagang di sini harus buat kilang minyak di sini," ungkap Sudirman ketika ditemui detikFinance di kediaman pribadinya, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2014).

Sudirman mengatakan, dalam jangka panjang badan usaha lainnya juga harus membuat bunker BBM. Ini dapat menambah cadangan atau stok BBM nasional yang selama ini seolah hanya ditanggung oleh Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangka panjangnya, kalau pemain swasta seperti AKR, Shell, Petronas, Total, Chevron, bersedia bangun bunker dan kilang di sini, artinya stok nasional tidak hanya disanggah oleh satu pihak. Stok nasional disangga oleh mereka juga, dan devisa kita akan bisa lebih dihemat. Sekarang ini kan seolah-olah beban penyangga nasional diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina," paparnya.

Sudirman menambahkan, penghapusan subsidi Premium juga akan berdampak kepada semakin bertambahnya pihak swasta di bisnis hilir BBM. Pertamina memang akan kehilangan sebagian pangsa pasarnya, tetapi hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

"Jika Pertamina nantinya kehilangan sebagian bisnis di hilir, kan dia (Pertamina) bisa lebih fokus ke urusan hulu. Ini kalau dilihat dengan jernih, sebenarnya baik untuk Pertamina juga," tuturnya.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads