Menanti Kejutan Jokowi Soal Bensin Premium Jelang Tutup Tahun

Menanti Kejutan Jokowi Soal Bensin Premium Jelang Tutup Tahun

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2014 07:25 WIB
Menanti Kejutan Jokowi Soal Bensin Premium Jelang Tutup Tahun
Jakarta - Pemerintah berencana mengumumkan kebijakan baru terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengumuman itu kabarnya akan dilakukan hari ini.

Pengumuman ini sangat mengejutkan banyak pihak karena terkesan tiba-tiba. Baru saja harga BBM subsidi dinaikkan, kini pemerintah sudah mau menelurkan kebijakan baru jelang tutup tahun 2014.

Seperti apa kebijakannnya nanti? Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sudah memberi beberapa bocoran. Berikut ini rangkumannya seperti disusun detikFinance, Selasa (30/12/2014).

Dimatangkan Hari Senin

Sudirman mengatakan, kemarin pemerintah sudah mematangkan kebijakan BBM subsidi tersebut. Termasuk penentuan beberapa opsi yang akan dipilih.

"Senin kita matangkan dulu opsi-opsinya," ucap Sudirman.

Ia menambahkan, beberapa opsi yang sedang dibahas adalah subsidi tetap untuk BBM diesel (Solar) dan penghapusan subsidi untuk BBM jenis RON 88 alias Premium.

"Opsi yang dibahas terkait subsidi tetap pada solar, kedua ada opsi penghapusan subsidi untuk Premium. Jadi nantinya harga solar naik-turun tergantung market, tapi ada subsidi tetapnya. Sedangkan premium ditetapkan pada harga keekonomian," ungkap Sudirman.

Hapus Subsidi Bensin Premium

Sudirman menambahkan, momentum turunnya harga minyak dunia saat ini dianggap tepat untuk menghapuskan subsidi Premium. Dengan turunnya harga minyak mentah dunia, harga keekonomian Premium sekarang lebih rendah daripada yang ditetapkan pemerintah pada November lalu, yakni Rp 8.500/liter.

"Harga keekonomian Premium saat ini lebih rendah daripada harga premium subsidi Rp 8.500 per liter. Jadi sekarang pemerintah untung sedikit," ungkapnya lagi.

Walau sekarang untung, lanjut Sudirman, tapi secara keseluruhan dalam setahun ini pemerintah masih nombok subsidi BBM. "Secara keseluruhan net-nya dalam setahun belum untung, karena lebih banyak subsidi," katanya.

Manfaat Penghapusan Subsidi BBM

Bila kebijakan ini ditempuh, maka Premium akan dijual sesuai harga pasar. Apa saja manfaat dihapuskannya subsidi untuk Premium?

"Kalau nanti Premium dilepas ke harga keekonomian, maka penyelundupan BBM bersubsidi tidak ada," ujar Menteri ESDM Sudirman Said saat ditemui detikFinance di kediaman pribadinya, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (28/12/2014).

Sudirman mengatakan, dengan dihapusnya subsidi Premium maka masyarakat terbiasa untuk memikul beban yang rill atau nyata. Selama ini masyarakat seakan dimanja dengan harga Premium yang murah karena disubsidi pemerintah.

Subsidi Dialihkan

Manfaat lainnya, tambah Sudirman, anggaran subsidi BBM bisa dihemat. Penghematan subsidi bisa dialihkan ke sektor-sektor yang lebih produktif seperti pembangunan infrastruktur.

"Tugas pemerintah selanjutnya adalah memberikan fasilitas berupa pembangunan infrastruktur, irigasi, nelayan, dan petani. Masyarakat yang mampu didorong terus untuk terbiasa menggendong beban yang sesungguhnya," tutur Sudirman.

Solar Masih Disubsidi Rp 1.000/Liter

Selain penghapusan subsidi untuk bensin Premium, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian subsidi tetap (fixed subsidy) per liter kepada BBM diesel atau Solar senilai Rp 1.000/liter.

"Solar masih akan disubsidi. Mungkin Rp 1.000/liter," ucap Menteri ESDM Sudirman Said saat ditemui di kediaman pribadinya, Cilangkap, Jakarta, Minggu (28/12/2014).

Sudirman mengatakan, subsidi diberikan secara tetap untuk setiap liter Solar. Dengan begitu, nantinya harga solar bisa naik-turun tergantung harga pasar.

"Jadi nantinya Solar harganya naik-turun tergantung market. Tapi disubsidi tetap, mungkin Rp 1.000/liter," ujarnya.

Solar Masih Dipakai Angkutan Umum

Mengapa Solar masih disubsidi sementara Premium akan dilepas ke harga pasar? Menurut Sudirman, Solar lebih banyak digunakan oleh angkutan umum sehingga masih tepat menerima subsidi.

"Solar kan untuk atau masih banyak digunakan angkutan umum, jadi efek multiple ekonominya besar. Intinya banyak public service menggunakan Solar," kata Sudirman.

Nantinya, tambah Sudirman, hanya Solar yang akan disubsidi pemerintah. Ini akan menghilangkan kehebohan di masyarakat ketika pemerintah harus melakukan penyesuaian harga BBM subsidi.

"Kehebohan tiap tahun pemerintah menyesuaikan harga bisa dikurangi. Kita hanya mengurusi 1 barang subsidi," sebutnya.
Halaman 2 dari 7
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads