Terjeratnya Ketua DPRD Bangkalan akibat kasus pengadaan gas merupakan gambaran bahwa trader gas yang ada di Indonesia sebagian mendapatkan alokasi karena dekat dengan kekuasaan.
"Ada trader gas mendapatkan pasokan karena mereka dekat dengan kekuasaan. Jadi bukan karena dia punya kemampuan atau kapasitas, atau berhak secara profesional. Maka benar seperti yang dikatakan Mas Faisal Basri (Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas), bahwa sektor migas kita seperti akuarium yang kotor. Ikannya mati atau hidup nggak ketahuan," ungkap Sudirman kepada detikFinance, Minggu (28/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira siapa pun berhak berbisnis, tapi yang benar dong. Kalau Anda mau main bola harus punya sepatu dan memiliki skill, tapi kalau Anda main silat setiap hari masuk lapangan bola ya susah juga. Jadi hanya orang yang memiliki kapasitas seperti infrastruktur gas yang boleh mendapatkan alokasi atau menjual gas bumi, bukannya orang yang dekat dengan kekuasaan atau hanya sekadar menenteng map atau yang bisanya hanya nakut-nakutin," jelasnya.
Saat ini, kata Sudirman, SKK Migas akan memeriksa semua trader yang terdaftar dan akan dicek kapasitasnya. Jika trader tersebut tidak memenuhi persyaratan, maka akan dicabut dari daftar.
"SKK Migas punya daftarnya, kemudian akan dicek ke lapisan kedua hingga ketiga siapa pemilik perusahaan tersebut. Lalu kita akan due delligence, kita cek kapasitasnya. Kalau tidak memiliki kapasitas, pangkas saja," paparnya.
(rrd/hds)











































