"Bagus dong kalau subsidi Premium dicabut," ujar Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng kepada detikFinance, Selasa (30/12/2014).
Menurutnya, jika subsidi Premium dicabut, maka subsidi BBM nantinya hanya untuk yang berhak. Berdasarkan beberapa studi, lebih dari 70% penerima subsidi untuk Premium adalah kalangan masyarakat mampu pemilik kendaraan pribadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya BBM subsidi hanya untuk yang berhak, yakni Solar yang memang banyak digunakan angkutan umum dan kendaraan angkutan barang. Kedua minyak tanah atau kerosin, itu kan yang pakai rakyat kecil juga. Tapi karena sudah dikonversi ke LPG 3 kg yang lebih murah dan baik, penggunaan kerosin subsidi saat ini di bawah 1 juta kiloliter, sudah makin sedikit," jelas Andy.
Sebagai informasi, Menteri ESDM Sudirman Said memberikan bocoran bahwa pemerintah akan mengumumkan kebijakan baru terkait subsidi BBM pada hari ini. Salah satu kemungkinannya adalah menghapuskan subsidi Premium, sehingga harganya akan mengikuti mekanisme pasar.
Kedua, pemerintah akan memberikan subsidi tetap per liter untuk Solar. Besaran subsidi yang diberikan kemungkinan Rp 1.000/liter.
(rrd/hds)











































