Alihkan Premium ke Pertamax, Dirut Pertamina: Butuh 2 Tahun

Alihkan Premium ke Pertamax, Dirut Pertamina: Butuh 2 Tahun

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2014 11:44 WIB
Alihkan Premium ke Pertamax, Dirut Pertamina: Butuh 2 Tahun
Dwi Soetjipto, Dirut Pertamina
Jakarta - Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi yang dipimpin Faisal Basri merekomendasikan agar pemerintah menghapus Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 alias Premium. Subsidi untuk Premium kemudian dialihkan ke BBM RON 92 atau Pertamax sebesar Rp 500/liter.

Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), mengatakan rekomendasi itu belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Saat ini, produksi Pertamax di kilang milik Pertamina belum optimal.

"Kita kira-kira butuh 2 tahun lah paling lama. Kalau dari kemampuan kilang yang sekarang, sebelum di-upgrade, maka kemampuan kita sekitar 40-50% dari kebutuhan nasional. Makanya kita dengan program upgrading diharapkan bisa naik ke 80%," papar Dwi saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwi menjelaskan, saat ini kilang minyak milik Pertamina hanya mampu menghasilkan produksi Pertamax sebanyak 1.500 barel/hari. Sementara untuk Premium bisa sekitar 5.200 barel/hari.

"Itu posisi kemampuan kilang sekarang. Dengan rencana-rencana upgrading, akan kita arahkan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Dwi mengaku, pihaknya akan berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap.

"Pertamina akan bertahap untuk menyiapkan ke sana. Kalau masyarakat mengarahnya kebutuhannya ke mana, Pertamina akan menyiapkan," katanya.

(drk/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads