"Nggak akan mungkin Shell dan Total mau jual RON 88," ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng kepada detikFinance, Selasa (30/12/2014).
Andy mengatakan, alasan utama SPBU asing tidak akan menjual RON 88 karena kilang minyak yang dimilikinya di luar negeri tidak produksi RON 88. "Kilang mereka kan nggak produksi RON 88 lagi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila Premium ditetapkan dengan harga pasar, maka saat ini dijual Rp 8.000/liter. Lebih murah dibandingkan harga yang ditetapkan pemerintah yaitu Rp 8.500/liter.
(rrd/hds)











































