Kini, tinggal 3 BBM yang disubsidi. Pertama adalah RON 88 alias Premium, kedua BBM diesel atau Solar, dan ketiga minyak tanah (kerosin).
Djoko Siswanto, Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, menyatakan jumlah BBM yang disubsidi sudah jauh berkurang. Pada era Orde Baru, pemerintahan pimpinan mantan presiden Soeharto sudah menghapus 4 jenis BBM bersubsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), lanjut Djoko, pemerintah mengalihkan minyak tanah ke elpiji 3 kg. "Pak SBY berhasil mengonversi 95% minyak tanah ke elpiji 3 kg," ucapnya.
Dampaknya, tambah Djoko, konsumsi minyak tanah turun drastis menjadi di bawah 1 juta kiloliter. Bila tidak ada konversi, anggaran subsidi BBM pastinya akan kebih besar dari sekarang.
Presiden Joko Widodo (Jokowi), menurut Djoko, punya momentum yang tepat untuk melakukan hal yang sama. Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah akan mencabut subsidi untuk Premium.
"Presiden Jokowi saat ini punya momentum yang pas dan bisa dikatakan beruntung karena harga minyak dunia turun sangat tajam. Jika berhasil hapus subsidi Premium, maka presiden selanjutnya tinggal menghapus subsidi Solar saja," tuturnya.
(rrd/hds)











































