"Alokasi 2015 itu subsidi BBM sekitar Rp 270-an triliun. Kita tidak akan gunakan sebanyak itu," ungkap Sofyan kala ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
Menurut Sofyan, pemerintah akan merilis kebijakan baru yang bisa membuat subsidi BBM lebih terukur. Salah satunya adalah dengan menerapkan subsidi tetap (fixed subsidy) per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan tidak memberikan gambaran detil mengenai kebijakan yang akan diambil. Dia hanya menyebutkan ada kombinasi antara subsidi tetap dan kebijakan lainnya.
"Intinya ada subsidi tetap, ada yang subsidi tidak tetap. Nanti dulu deh," kata Sofyan.
Sebagai informasi, Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya menyebutkan bahwa pemerintah tengah mengkaji beberapa kebijakan subsidi BBM. Ada 2 hal yang mengemuka yaitu penghapusan subsidi untuk Premium dan subsidi tetap per liter untuk BBM diesel atau Solar.
Penghapusan subsidi membuat harga Premium bisa naik-turun sesuai mekanisme pasar. Sementara subsidi tetap untuk Solar kemungkinan diberikan sebesar Rp 1.000/liter.
(hds/ang)











































