Hal ini juga terjadi untuk BBM non subsidi seperti Pertamax, yang harganya berbeda di setiap wilayah. Perbedaan harga disebabkan biaya distribusi.
Agar tidak terjadi kondisi seperti Pertamax, Menteri ESDM Sudirman Said mengumpulkan para petinggi PT Pertamina (Persero) dan Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (30/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengungkapkan, dengan ditanggungnya biaya distribusi oleh pemerintah, maka harga Premium di berbagai daerah selisihnya tidak terlalu beda jauh dengan di Jawa.
"Dengan begitu diharapkan harganya Premium di luar Jawa tidak terlalu tinggi. Jadi harganya tidak terlalu jauh selisihnya dengan harga di Jawa. Kasihan masyarakat nantinya," tutur Bambang.
(rrd/hds)











































