Subsidinya Dicabut, Harga Premium di Luar Jawa Bakal Lebih Mahal

Subsidinya Dicabut, Harga Premium di Luar Jawa Bakal Lebih Mahal

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2014 14:29 WIB
Subsidinya Dicabut, Harga Premium di Luar Jawa Bakal Lebih Mahal
Jakarta - Pemerintah berencana mencabut subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 alias Premium. Artinya, Premium akan dijual berdasarkan harga pasar. Hal tersebut akan membuat harga Premium di luar Jawa akan lebih mahal.

Hal ini juga terjadi untuk BBM non subsidi seperti Pertamax, yang harganya berbeda di setiap wilayah. Perbedaan harga disebabkan biaya distribusi.

Agar tidak terjadi kondisi seperti Pertamax, Menteri ESDM Sudirman Said mengumpulkan para petinggi PT Pertamina (Persero) dan Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (30/12/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi di rapat sudah ada solusi. Di Jawa kita lepas harganya sesuai harga pasar. Yang di luar Jawa, biaya distribusi, ongkos angkut, akan ditanggung pemerintah. Jadi Pertamina akan mendapatkan penugasan khusus yang di luar Jawa," ungkap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang ditemui usai rapat dengan Menteri ESDM.

Bambang mengungkapkan, dengan ditanggungnya biaya distribusi oleh pemerintah, maka harga Premium di berbagai daerah selisihnya tidak terlalu beda jauh dengan di Jawa.

"Dengan begitu diharapkan harganya Premium di luar Jawa tidak terlalu tinggi. Jadi harganya tidak terlalu jauh selisihnya dengan harga di Jawa. Kasihan masyarakat nantinya," tutur Bambang.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads