Pemerintah sudah mencabut subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 88 atau Premium. Dengan begitu, harga Premium bisa naik-turun mengikuti mekanisme pasar.
Berkaca dari Pertamax yang juga mengikuti mekanisme pasar, harganya berbeda di setiap wilayah. Faktornya adalah biaya distribusi yang bervariasi karena faktor jarak.
Rini Soemarno, Menteri BUMN, mengatakan kekhawatiran harga Premium yang lebih mahal (terutama di luar Jawa) tidak perlu terjadi. Dia menjamin harga Premium akan sama di setiap daerah, yaitu Rp 7.600/liter seperti yang dikemukakan dalam pengumuman hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Rini tidak ingin ada lagi cerita kelangkaan BBM di daerah-daerah. "Pertamina harus bertanggung jawab, tidak ada lagi kelangkaan BBM," tuturnya.
(rrd/hds)










































