Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, selama ini harga BBM selalu mempengaruhi harga-harga komoditas lain. Daya beli masyarakat juga kena imbas pergerakan harga BBM.
Dengan rencana pemerintah menerapkan subsidi tetap, kata Agus, maka anggaran pemerintah akan lebih terukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, banyak sekali dana yang bisa dihemat dari langkah pemerintah yang mengurangi subsidi BBM ini. Diperkirakan bisa mencapai Rp 200 triliun tahun depan.
Agus menambahkan, jika dana tersebut digunakan untuk membangun aneka infrastruktur, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa sangat pesat.
"Negara bisa mempersiapkan belanja infrastruktur dan dapat dicairkan kalau RAPBN cepat efektif dan tidak perlu menunggu akhir-akhir tahun itu akan baik terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
"Kita akan masuk ke era inflasi yang lebih terjaga, stabil dan lebih rendah," jelasnya.
(ang/hen)











































