"Pemerintah meminta waktu kepada Pertamina paling lambat 2 tahun agar kilang kita produksi seluruhnya RON 92," ucap Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (31/12/2014).
Namun, Rachmad mengatakan pada 10 Desember 2014 Pertamina baru saja menandatangani kerja sama dengan beberapa perusahaan untuk meningkatkan keandalan dan kemampuan kapasitas kilang. Butuh waktu agar kilang-kilang Pertamina mampu memproduksi Pertamax lebih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi karena kami diberi waktu 2 tahun, kami akan mengoptimalkan unit-unit produksi HOMC (High Octane Mogas Component) sehingga dapat meningkatkan produksi RON 92 Pertamina," tutupnya.
(rrd/hds)











































