Di Depan Pelaku Pasar Modal, Jokowi Jelaskan Kebijakan Baru Subsidi BBM

Di Depan Pelaku Pasar Modal, Jokowi Jelaskan Kebijakan Baru Subsidi BBM

- detikFinance
Jumat, 02 Jan 2015 10:29 WIB
Di Depan Pelaku Pasar Modal, Jokowi Jelaskan Kebijakan Baru Subsidi BBM
Jakarta - Akhir tahun lalu, pemerintah menempuh kebijakan terobosan terkait subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Subsidi untuk Premium sudah dicabut, sementara Solar masih diberikan subsidi tetap (fixed subsidy) sebesar Rp 1.000/liter.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menjelaskan kebijakan ini di depan para pelaku pasar modal dalam acara pembukaan perdagangan 2015 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2015). Menurutnya, kebijakan ini mesti ditempuh meski dirinya belum lama menjabat sebagai presiden.

"Meski kanan-kiri banyak sampaikan jangan cepat-cepat pengalihan subsidi karena perhitungan politik, keamanan. Tapi saat itu secara kalkulasi harus dilakukan. Tidak ada alternatif yang bisa diberikan ke saya," tutur Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan 2 kebijakan baru terkait subsidi BBM, lanjut Jokowi, pemerintah akan punya ruang fiskal lebih dari Rp 200 triliun. Dana ini bisa dimanfaatkan untuk belanja-belanja yang lebih produktif.

"Ada ruang fiskal Rp 240 triliun yang bisa dipakai secepatnya bangun infrastruktur. Baik terkait waduk, irigasi, jalan tol luar Jawa, jalur kereta luar Jawa, pelabuhan, airport. Uang bisa langsung ke sana," papar Jokowi.

Saat ini, tambah Jokowi, harga BBM Premium sudah mengikuti mekanisme pasar. Sementara Solar masih diberikan subsidi tetap Rp 1.000/liter dan sisanya mengikuti harga keekonomian. Kebijakan ini menyebabkan harga Premium dan Solar bisa naik turun.

Jokowi menilai kebijakan ini akan memudahkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Oleh karena itu, dia optimistis APBN bisa lebih berfungsi sebagai instrumen pendorong ekonomi.

"Kemarin BBM kita sudah turun karena harga minyak turun sehingga harga Premium ikuti harga pasar. Ini lebih menggampangkan dalam hitung APBN. Ini juga menambah optimisme ekonomi akan lebih baik," jelas Jokowi.

(feb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads