"Dengan harga baru ini, maka harga elpiji 12 kg telah mencapai harga keekonomian atau tidak lagi disubsidi oleh Pertamina," ucap Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir kepada detikFinance, Jumat (2/1/2015).
Ali menambahkan, dengan turunnya harga minyak dunia saat ini ikut pempengaruhi harga CP Aramco. Sehingga membantu program Pertamina menghapus subsidi elpiji 12 Kg yang awalnya direncanakan hingga Juli 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Pertamina mengakui tahun ini menderita kerugian sekitar US$ 500 juta atau Rp 6 triliun, karena menjual elpiji 12 kg di bawah harga keekonomian.
(rrd/hds)










































