"Tahap pertama tidak, tahap berikutnya efeknya turun. Jangan hanya lihat inflasi, kalau inflasi turun artinya seluruh efeknya menurun," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (2/1/2014).
JK mengatakan, penurunan harga akan berjalan secara bertahap. Seperti halnya saat harga BBM dinaikkan pada Oktober lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut setidaknya dibutuhkan waktu 1 bulan untuk adaptasi. "Sebulan akan datang ada penyesuaiannya," ujar JK.
Mulai 1 Januari 2015, pemerintah sudah tidak memberikan subsidi untuk BBM jenis Premium sehingga harganya menyesuaikan dengan mekanisme pasar. Sementara Solar masih diberikan subsidi tetap sebesar Rp 1.000/liter, sisanya mengikuti harga pasar atau keekonomian.
Saat ini, kebetulan harga pasar Premium dan Solar sedang rendah seiring anjloknya harga minyak mentah. Oleh karena itu, harga Premium turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter dan Solar turun dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/liter.
(bil/hds)











































