Jihan, salah satu pengendara yang ditemui detikFinance di SPBU Jalan Tendean, Jakarta Selatan, mengaku sangat senang dengan penurunan harga ini. Sebagai pengguna BBM non subsidi ini, Jihan semakin tak mau beralih ke BBM premium meski harganya lebih murah.
"Saya memang pakai Pertamaxβ. Bagus harganya kalau turun. Kalau kepepet doang biasanya pakai premium," tutur pria ini kepada detikFinance, Jumat (2/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Radif Muhammad, seorang akuntan yang bekerja naik motor ini, awalnya pelanggan setia bensin premium. Namun setelah tahu harga pertamax turun tajam, ia memutuskan untuk mulai menggunakan pertamax.
"Kayaknya mulai beralih dari premium ke pertamax, karena harganya nggak beda jauh," tuturnya.
Radif berharap dengan turunnya harga bahan bakar minyak beberapa hari ini, diikuti juga dengan penurunan harga bahan pokok yang terlanjur naik saat harga BBM sempat naik pada 18 November 2014.
"Saya harap dengan adanya penurunan harga bensin ini, berharap harga sembako juga ikut turun," katanya.
Berbeda dengan kedua penggendara tersebut, Rully justru lebih setia menggunakan bensin premium. Rully βyang merupakan karyawan swasta ini mengaku berat untuk mengisi pertamax meski sekarang harganya sudah turun.
"Kalau karyawan yang gajinya kayak saya sih tetap pakai premium. Kalau gajinya udah gede baru mungkin pakai pertamax," ujar Rully yang mengisi BBM untuk mobilnya Rp 100.000.
Seorang petugas SPBU di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, mengaku melihat perbedaan sejak harga pertamax turun hari ini. Setidaknya, antrean kendaraan yang mengisi pertamax lebih ramai ketimbang saat harga masih tinggi.
"Jadi imbang lah sekarang pertamax sama premium (antreannya)," tuturnya.
Seperti diketahui, terhitung sejak hari ini, harga BBM non subsidi jenis pertamax mengalami penurunan harga menjadi Rp 8.800/liter dari sebelumnya Rp 9.600/liter. Bahkan akhir Desember 2014 harga pertamax masih sempat dijual Rp 9.950/liter.
(zul/hen)











































