Harga elpiji 12 kg di tingkat agen naik jadi Rp 134.700 dari sebelumnya Rp 114.900. Ini berlaku mulai 2 Januari 2015 pukul 00.00.
"Khusus untuk elpiji 12 kg yang mulai tahun ini harganya sudah harga keekonomian, sebenarnya hanya digunakan 16% masyarakat perkotaan dan sekitarnya. Di perdesaan, penggunanya hanya 4%," kata Manajer Media Pertamina Adiatma Sardjito kepada detikFinance, Senin (5/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih dari 70% penggunaan elpiji 12 kg di perkotaan adalah kelompok ekonomi atas yang memiliki pendidikan tinggi. Sementara rata-rata penggunaan elpiji 12 kg di rumah tangga hanya sebulan sekali bahkan lebih, artinya hanya menghabiskan biaya Rp 150.000/bulan, bandingkan dengan listrik rata-rata menghabiskan biaya Rp 254.000/bulan atau pulsa ponsel Rp 270.000-313.000/bulan. Bahkan lebih murah daripada makan di luar rumah yang dihabiskan Rp 400.000/bulan. Ini semua hasil survei Nielsen terhadap 7.300 rumah tangga," jelas Adiatma.
Dengan dilepas ke mekanisme pasar, maka harga elpiji 3 kg akan dievaluasi setiap 3 bulan.
"Selanjutnya, Pertamina melakukan penyesuaian harga yang dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sesuai harga pasar dunia elpiji (CP Aramco), sehingga secara otomatis harga elpiji 12 kg akan berfluktuasi," kata Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina.
(rrd/hds)











































