46% Produksi Gas Bumi RI Diekspor

46% Produksi Gas Bumi RI Diekspor

- detikFinance
Senin, 05 Jan 2015 14:37 WIB
46% Produksi Gas Bumi RI Diekspor
Jakarta - Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan dan produksi gas bumi terbesar di dunia. Namun, potensi ini tidak bisa dimanfaatkan secara optimal di dalam negeri karena 46% produksi gas harus diekspor.

Kepala Humas SKK Migas Rudianto Rimbono mengatakan, produksi gas bumi Indonesia pada 2014 mencapai 7.039 british thermal unit per day (bbtud).

"Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.812 bbtud atau sekitar 54% digunakan untuk kebutuhan domestik. Sedangkan sisanya 3.227 bbtud atau 46% diekspor," ungkap Rudianto kepada detikFinance, Senin (5/1/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia merinci, dari kebutuhan gas dalam negeri 3.812 bbtud, 14% digunakan untuk pembangkit listrik. Kemudian 19,16% untuk industri, 8,76% untuk pabrik pupuk, 3,72% untuk LPG domestik, 3,20% untuk LNG domestik, 4,55% untuk lifting minyak, 0,05% untuk transportasi, dan 0,02% untuk jaringan gas kota.

"Sementara untuk gas bumi yang diekspor, 32,9% berupa LNG dan sisanya melalui pipa gas (salah satunya ke Singapura)," ujar Rudianto.

Ia menambahkan, dari penjualan gas bumi tersebut, hingga 26 Desember 2014 dihasilkan pendapatan US$ 23,803 juta. Dari jumlah tersebut dibagi lagi antara pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan cost recovery.

"Negara mendapatkan US$ 11,316 juta, cost recovery US$ 7,232 juta, dan net contractor share US$ 5,255 juta," jelas Rudianto.

(rrd/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads