Kepala Humas SKK Migas Rudianto Rimbono mengatakan, produksi gas bumi Indonesia pada 2014 mencapai 7.039 british thermal unit per day (bbtud).
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.812 bbtud atau sekitar 54% digunakan untuk kebutuhan domestik. Sedangkan sisanya 3.227 bbtud atau 46% diekspor," ungkap Rudianto kepada detikFinance, Senin (5/1/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara untuk gas bumi yang diekspor, 32,9% berupa LNG dan sisanya melalui pipa gas (salah satunya ke Singapura)," ujar Rudianto.
Ia menambahkan, dari penjualan gas bumi tersebut, hingga 26 Desember 2014 dihasilkan pendapatan US$ 23,803 juta. Dari jumlah tersebut dibagi lagi antara pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan cost recovery.
"Negara mendapatkan US$ 11,316 juta, cost recovery US$ 7,232 juta, dan net contractor share US$ 5,255 juta," jelas Rudianto.
(rrd/hds)











































