Hal ini menanggapi fenomena masyarakat mampu beralih ke elpiji 3 Kg pasca harga elpiji 12 Kg naik awal Januari 2015.
"Kalau Anda tidak berhak, jangan rebut elpiji yang 3 kg. Yang kedua yang paling penting itu tentu supplainya ada," kata Sofyan di Kantor Kemenko Maritim, di Gedung BPPT,Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertamina telah menaikkan 12 kg, maka yang 3 kg, mereka harus menjamin ketersediaannya," tegas Sofyan.
Terkait turunnya harga BBM solar dan premium, Sofyan kembali mengimbau masyarakat tak boros menggunakan BBM.
"BBM itu barang langka dan barang mewah kan, supaya masyarakat menggunakan secara arif, hemat karena itu resources yang tidak bisa diperbaharui," katanya.
Selain itu, menurut Sofyan pemerintah akan konsisten menerapkan harga BBM premium sesuai dengan mekanisme pasar dan masih memberikan subsidi tetap Rp 1.000/liter untuk BBM solar.
(hen/hds)











































