Pengusaha SPBU Dapat Untung Jual BBM Rp 277/Liter, Naik 17%

Pengusaha SPBU Dapat Untung Jual BBM Rp 277/Liter, Naik 17%

- detikFinance
Jumat, 09 Jan 2015 14:42 WIB
Pengusaha SPBU Dapat Untung Jual BBM Rp 277/Liter, Naik 17%
Jakarta - Pengusaha SPBU mengaku menderita kerugian cukup besar ketika harga bensin premium dan solar turun pada 1 Januari 2015 total sekitar Rp 127 miliar. Namun di sisi lain, keuntungan per liter dari penjualan bahan bakar minyak (BBM) juga naik.

"Walau harga BBM saat ini turun, kita akui margin usaha jualan BBM pengusaha SPBU justru meningkat," kata Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi kepada detikFinance, Jumat (9/1/2015).

Pengusaha menderita kerugian, ketika harga BBM 1 Januari 2015 ditetapkan untuk premium Rp 7.600 per liter, sementara pada hari sebelumnya pengusaha sudah beli dulu stok BBM dengan harga Rp 8.500/liter. Menurut pengusaha SPBU total kerugian 5.300 SPBU seluruh Indonesia mencapai Rp 127 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Eri mengungkapkan, keuntungan jualan bensin premium dari sebelumnya Rp 235/liter untuk jenis SPBU Pertamina Pasti Pas Silver naik jadi Rp 277 per liter, atau naik Rp 42 per liter (17%).

"Tapi Rp 277 per liter itu belum dipotong pajak ya. Kalau solar saya cek lagi berapa kenaikannya tapi nggak terlalu beda sepertinya," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan, walau harga premium turun jadi Rp 7.600 per liter dan ditetapkan harganya berdasarkan harga keekonomian, tapi keuntungan pengusaha SPBU meningkat, karena margin usahanya naik 17%.

"Fee pengusaha SPBU naik 17%, kalau yang lalu sekitar Rp 240 per liter, hitung aja 17% nya berapa, itu yang akan kita berikan ke depan. Mudah-mudahan SPBU juga jadi lebih baik," tutup Dwi.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads