"Walau harga BBM saat ini turun, kita akui margin usaha jualan BBM pengusaha SPBU justru meningkat," kata Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi kepada detikFinance, Jumat (9/1/2015).
Pengusaha menderita kerugian, ketika harga BBM 1 Januari 2015 ditetapkan untuk premium Rp 7.600 per liter, sementara pada hari sebelumnya pengusaha sudah beli dulu stok BBM dengan harga Rp 8.500/liter. Menurut pengusaha SPBU total kerugian 5.300 SPBU seluruh Indonesia mencapai Rp 127 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi Rp 277 per liter itu belum dipotong pajak ya. Kalau solar saya cek lagi berapa kenaikannya tapi nggak terlalu beda sepertinya," ucapnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan, walau harga premium turun jadi Rp 7.600 per liter dan ditetapkan harganya berdasarkan harga keekonomian, tapi keuntungan pengusaha SPBU meningkat, karena margin usahanya naik 17%.
"Fee pengusaha SPBU naik 17%, kalau yang lalu sekitar Rp 240 per liter, hitung aja 17% nya berapa, itu yang akan kita berikan ke depan. Mudah-mudahan SPBU juga jadi lebih baik," tutup Dwi.
(rrd/dnl)











































